12 Agustus 2009 | PADANG (padang-today.com)
Gusriyono, Pmail, Padang
Bandara. Sudah pasti ini akan mengingatkan kita pada lalu-lalang orang-orang di terminal keberangkatan dan kedatangan. Berbagai ekspresi muncul di sini. Sedih, bahagia, nelangsa, tertawa, menangis, marah, sumpah serapah, berceceran tanpa ada yang memungutnya.
Hal-hal demikianlah yang kemudian dibawa ke atas pentas oleh sekelompok pelajar dari berbagai SMA di Kota Padang, yang bernaung dibawah nama Teater Jalan. Pementasan diawali dengan bunyi pesawat yang dilanjutkan dengan teriakan ada bom di sebuah bandara. Orang-orang berlarian keluar sembari memekik histeris. Beberapa lama kemudian, operator di front office menenangkan semua penumpang, bahwa tidak ada bom. Orang-orang kembali berjalan lalu-lalang seperti biasanya tetapi dengan rasa was-was.
Kemudian cerita berlanjut pada potongan-potongan kisah di bandara tersebut, perdebatan buruh tentang penumpang, penyambutan penumpang, supir taksi berebut penumpang, calo yang mengorder tiket, hingga penyair yang mengamen puisi. Semua penggalan-penggalan cerita tersebut dirangkai dalam pementasan yang berdurasi lebih kurang 50 menit.
Pementasan teater dengan naskah berjudul Bandara ini, berlangsung Selasa (11/8), pukul 16.00 wib, di Teater Tertutup Taman Budaya Sumatera Barat. Digarap oleh sutradara, sekaligus penulis naskahnya, S Metron M. Penata musik Chairan Hafzan, dan penata cahaya Gusriyono. Dengan pemain, Pretty Grace Zaluchu, Romi Hidayat, Siska Yuliana, Kiki Yohana, Suharti, Erlindawati, Ririn Pangestika, Ryan Masri, Shahcoga Luthfi, Dini Septi, Viona Lolista, Rahma Pratika Sari, dan Muhammad Farizi. Masing-masingnya berasal dari SMA N 1, SMA N 3, SMA N 6, SMA N 12, SMA Don Bosco, SMA PGRI 1, SMK N 2, SMA Pertiwi, dan SMA Pembangunan.
Seperti tahun sebelumnya, anak-anak ini di-casting dengan meminta ke beberapa sekolah, untuk mengirim pelajarnya mengikuti latihan teater di Balai Bahasa. Dari sekian banyak sekolah yang diundang, hanya sekolah-sekolah tersebutlah yang mengirim pelajarnya. Sehingga terkumpul sebanyak 14 orang.
Pementasan ini merupakan program Kantor Balai Bahasa Padang, yang sudah berlangsung 2 tahun belakangan.
“Ini kali kedua kita mengadakan pementasan, yang pertama tahun 2008, dalam program pengembangan sastra dan drama oleh Balai Bahasa Padang,” jelas Joni Syahputra, salah seorang pendiri Teater Jalan Balai Bahasa Padang. Sementara sanggar ini dikoordinatori oleh Diana SS.
Tahun ini, mereka mulai latihan sejak bulan Maret. “Kita latihan sekitar 20 kali, setiap hari Minggu di Kantor Balai Bahasa,” kata S Metron M.
Melihat pencapaian anak-anak tersebut dalam pementasannya, S Metron menambahkan, mereka bisa bermain dengan santai, tanpa beban, sesuai dengan karakter masing-masing. Sehingga ini bisa dinikmati dengan baik. Meski ada sedikit kebablasan, namun itu hanya sebatas human error.
"Bagi saya, hal demikian tidak ada masalah,”ungkapnya.
Menyambut bulan bahasa pada November nanti, rencananya Teater Jalan akan mentas di Pusat Bahasa, Jakarta, dengan garapan baru.
Gusriyono, Pmail, Padang
Bandara. Sudah pasti ini akan mengingatkan kita pada lalu-lalang orang-orang di terminal keberangkatan dan kedatangan. Berbagai ekspresi muncul di sini. Sedih, bahagia, nelangsa, tertawa, menangis, marah, sumpah serapah, berceceran tanpa ada yang memungutnya.
Hal-hal demikianlah yang kemudian dibawa ke atas pentas oleh sekelompok pelajar dari berbagai SMA di Kota Padang, yang bernaung dibawah nama Teater Jalan. Pementasan diawali dengan bunyi pesawat yang dilanjutkan dengan teriakan ada bom di sebuah bandara. Orang-orang berlarian keluar sembari memekik histeris. Beberapa lama kemudian, operator di front office menenangkan semua penumpang, bahwa tidak ada bom. Orang-orang kembali berjalan lalu-lalang seperti biasanya tetapi dengan rasa was-was.
Kemudian cerita berlanjut pada potongan-potongan kisah di bandara tersebut, perdebatan buruh tentang penumpang, penyambutan penumpang, supir taksi berebut penumpang, calo yang mengorder tiket, hingga penyair yang mengamen puisi. Semua penggalan-penggalan cerita tersebut dirangkai dalam pementasan yang berdurasi lebih kurang 50 menit.
Pementasan teater dengan naskah berjudul Bandara ini, berlangsung Selasa (11/8), pukul 16.00 wib, di Teater Tertutup Taman Budaya Sumatera Barat. Digarap oleh sutradara, sekaligus penulis naskahnya, S Metron M. Penata musik Chairan Hafzan, dan penata cahaya Gusriyono. Dengan pemain, Pretty Grace Zaluchu, Romi Hidayat, Siska Yuliana, Kiki Yohana, Suharti, Erlindawati, Ririn Pangestika, Ryan Masri, Shahcoga Luthfi, Dini Septi, Viona Lolista, Rahma Pratika Sari, dan Muhammad Farizi. Masing-masingnya berasal dari SMA N 1, SMA N 3, SMA N 6, SMA N 12, SMA Don Bosco, SMA PGRI 1, SMK N 2, SMA Pertiwi, dan SMA Pembangunan.
Seperti tahun sebelumnya, anak-anak ini di-casting dengan meminta ke beberapa sekolah, untuk mengirim pelajarnya mengikuti latihan teater di Balai Bahasa. Dari sekian banyak sekolah yang diundang, hanya sekolah-sekolah tersebutlah yang mengirim pelajarnya. Sehingga terkumpul sebanyak 14 orang.
Pementasan ini merupakan program Kantor Balai Bahasa Padang, yang sudah berlangsung 2 tahun belakangan.
“Ini kali kedua kita mengadakan pementasan, yang pertama tahun 2008, dalam program pengembangan sastra dan drama oleh Balai Bahasa Padang,” jelas Joni Syahputra, salah seorang pendiri Teater Jalan Balai Bahasa Padang. Sementara sanggar ini dikoordinatori oleh Diana SS.
Tahun ini, mereka mulai latihan sejak bulan Maret. “Kita latihan sekitar 20 kali, setiap hari Minggu di Kantor Balai Bahasa,” kata S Metron M.
Melihat pencapaian anak-anak tersebut dalam pementasannya, S Metron menambahkan, mereka bisa bermain dengan santai, tanpa beban, sesuai dengan karakter masing-masing. Sehingga ini bisa dinikmati dengan baik. Meski ada sedikit kebablasan, namun itu hanya sebatas human error.
"Bagi saya, hal demikian tidak ada masalah,”ungkapnya.
Menyambut bulan bahasa pada November nanti, rencananya Teater Jalan akan mentas di Pusat Bahasa, Jakarta, dengan garapan baru.








No Response to "Teater Jalan, Usung Bandara ke Panggung"
Posting Komentar
Silakan meninggalkan komentar anda. Mohon tidak meninggalkan pesan yang mengandung unsur SARA dan pornografi.Trimakasih
Admin KoranTeater